Minggu, 02 Juni 2013

Keutamaan Membaca Quran
Sesungguhnya Al Qur’an diturunkan tidak lain
kecuali untuk suatu tujuan yang agung yaitu
sebagai pelajaran dan hukum. Adapun pada saat
ini, banyak manusia yang meninggalkan kitab yang
agung ini, tidak mengenalnya kecuali hanya pada
saat-saat tertentu saja, “Diantara mereka ada yang
hanya membaca saat ada kematian, diantara
mereka ada yang hanya menjadikannya sebagai
jimat dan diantara mereka ada yang hanya
mengenalnya pada saat bulan Ramadhan saja.”
Memang benar bahwa bulan Ramadhan adalah
bulan Al Qur’an, kita dianjurkan agar
memperbanyak membaca Al Qur’an pada bulan
ini. Namun tidak sepantasnya seorang muslim
berpaling dari kitab yang mulia ini di luar bulan
Ramadhan karena Allah Subhanahu wa Ta’ala telah
menjanjikan keutamaan yang begitu
banyak bagi para pembacanya meskipun di luar
bulan Ramadhan, dan diantaranya adalah :
1. Memperoleh kesempurnaan pahala
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
“Sesungguhnya orang-orang yang selalu
membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan
menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami
anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam
dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan
perniagaan yang tidak akan merugi agar Allah
menyempurnakan kepada mereka pahala mereka
dan menambah kepada mereka dari karuniaNya.
Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha
Mensyukuri. (QS. Fathir : 29-30)
Berkata Qatadah : “Mutharrif apabila membaca ayat
ini beliau berkata : “ini ayat para qari’” (Lihat Tafsir
Ibnu Katsir III: 554)
2. Syafa’at bagi pembaca Al Qur’an
Dari Abu Umamah, ia berkata : “Saya mendengar
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda :
“Bacalah Al Qur’an karena sesungguhnya Al qur’an
itu akan datang di hari kiamat untuk memberi
syafa’at bagi yang membacanya” (HR. Muslim)
Dan dari Abdullah bin Amru bin Ash Radhiyallahu
‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam
bersabda :
“Puasa dan Al Qur’an akan memberi syafa’at
kepada hamba kelak di hari kiamat, puasa berkata :
“Ya Rabbku saya telah mencegahnya dari
memakan makanan dan menyalurkan syahwatnya
di siang hari, maka izinkanlah aku memberi syafa’at
kepadanya. Dan berkata Al Qur’an :”Saya telah
mencegahnya dari tidur di waktu malam, maka
izinkanlah aku memberi syafa’at kepadanya, Nabu
bersabda :”Maka keduanya memberikan
syafa’at” (HR. Ahmad)
Oleh karena itu dianjurkan untuk memperbanyak
membaca Al Qur’an Al Karim terutama di bulan
Ramadhan, karena bulan ini merupakan bulan Al
Qur’an. Para ulama As salaf Ash Shalih bila
menghadapi bulan Ramadhan mereka
menyambutnya dengan membaca Al Qur’an lebih
banyak dari bulan lainnya. Mereka menyibukkan
diri dengan tadarrus Al Qur’an, mempelajarinya,
mengajarkannya dan qiyamul lail dengan
membaca ayat-ayatnya agar mereka beruntung
mendapat syafa’at dari puasa dan Al Qur’an yang
mereka baca serta agar mendapatkan ridha dan
syurganya dari Ar Rahman.
3. Pahala yang berlipat ganda bagi orang yang
membaca Al Qur’an
Dari Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda :
“Barangsiapa yang membaca satu huruf dari kitab
Allah (Al Qur’an) maka baginya satu kebaikan dan
satu kebaikan itu dilipatgandakan dengan sepuluh
(pahala). Aku tidak mengatakan “Alif Laam Mim
adalah satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Lam
satu huruf dan Mim satu huruf” (HHR. Tirmidzi)
4. Mengangkat derajat di Syurga
Dari Abdullah bin Amru bin Ash Radhiyallahu ‘anhu
dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda :
“Dikatakan kepada Ahli Al Qur’an : “Bacalah dan
keraskanlah dan bacalah (dengan tartil)
sebagaimana engkau membacanya di dunia,
sesungguhnya kedudukanmu adalah pada akhir
ayat yang kau baca” (HHR. Tirmidzi)
5. Belajar dan mengajarkan Al Qur’an adalah
amalan yang terbaik
Dari Utsman bin Affan Radhiyallahu ‘anhu dari Nabi
Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda :
“Sebaik-baik orang diantara kalian adalah yang
mempelajari Al Qur’an dan mengajarkannya” (HR.
Bukhari)
Al Hafizh Ibnu Hajar berkata : “Tidak diragukan lagi
bahwa orang yang menggabungkan dalam dirinya
dua perkara yaitu mempelajari Al Qur’an dan
mengajarkannya, dia menyempurnakan dirinya
dan orang lain, berati dia telah mengumpulkan dua
manfa’at yaitu manfa’at yang pendek (kecil) dan
manfa’at yang banyak, oleh karena inilah dia lebih
utama” (Lihat Fathul Bari 4:76)
6. Empat Keutamaan bagi kaum yang bekumpul
untuk membaca Al Qur’an
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu ia berkata
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda :
“Tidaklah suatu kaum berkumpul di suatu rumah
dari rumah Allah (masjid) mereka membaca
kitabullah dan saling belajar diantara mereka,
kecuali Allah menurunkan ketenangan kepada
mereka, mereka diliputi rahmat, dinaungi malaikat
dan Allah menye butnyebut mereka pada
(malaikat) yang didekatNya” (HR. Muslim)
Maka berbahagilah ahlul Qur’an dengan karunia
yang agung dan kedudukan yang tinggi ini, maka
sungguh sangat mengherankan orang yang masih
bermalas-malasan bahkan berpaling dari majelis Al
Qur’an.
7. Membaca Al Qur’an adalah perhiasan Ahlul Iman
Dari Abu Musa Al Asy’ari Radhiyallahu ‘anhu
berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam
bersabda :
“Perumpamaan orang mukmin yang membaca Al
Qur’an itu bagaikan jeruk limau; harum baunya
dan enak rasanya dan perumpamaan orang
mu’min yang tidak membaca Al Qur’an itu
bagaikan buah kurma; tidak ada baunya namun
enak rasanya. Dan perumpamaan orang munafik
yang membaca Al Qur’an itu bagaikan buah
raihanah; harum baunya tapi pahit rasanya dan
orang munafik yang tidak membaca Al Qur’an itu
bagaikan buah hanzhalah; tidak ada baunya dan
pahit rasanya” (HR. Bukhari dan Muslim)
Orang mu’min yang tidak membaca Al Qur’an
berati ia telah menghilangkan salah satu sifat
esensinya yaitu baik pada zhahirnya. Ini
merupakan kekurangan bagi pribadi seorang
muslim, yang seharusnya mampu membaca Al
Qur’an, menghafalkannya dan mentadabburinya
tapi justru melalaikannya
8. Membaca Al Qur’an tidak sebanding dengan
Harta benda dunia.
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu berkata,
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:
“Apakah salah seorang diantara kalian senang bila
pulang kepada keluarganya dengan mendapatkan
tiga ekor unta khalifat yang gemuk-gemuk?”
Kamipun berkata : “Ya” Beliau bersabda : “Maka tiga
ayat yang dibaca oleh seseorang diantara kalian
dalam shalatnya itu lebih baik dari tiga ekor unta
khalifat yang gemuk-gemuk” (HR. Muslim)
Harta yang paling dicintai orang Arab pada waktu
itu adalah unta khalifat, apabila unta khalifat yang
besar lagi gemuk memiliki nilai kekayaan yang
besar yang diperebutkan manusia, maka
sesungguhnya belajar atau membaca satu ayat
dari kitab Allah Subhanahu wa Ta’ala lebih baik
disisi Allah dari pada unta tersebut.
Bersegera membaca Al-Qur’an lebih banyak
manfaatnya dari pada berdesak-desakan
memperebutkan harta kekayaan dunia yang akan
sirna tidak meninggalkan bekas. Adapun bacaan Al
Qur’an maka pahalanya tersimpan untukmu.
9. Keutamaan orang yang mahir membaca Al
Qur’an
Dari Aisyah Radhiyallahu ‘anha ia berkata, Rasululah
Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda :
“Orang yang mahir Al Qur’an bersama para
malaikat yang mulia dan baik-baik dan orang yang
membaca Al Qur’an dan terbata-bata
membacanya dengan mengalami kesulitan
melakukan hal itu maka baginya dua pahala” (HR.
Muslim)
Setelah anda ketahui wahai saudaraku muslim
pahala besar dan kedudukan yang dicapai orang
yang membaca Al Qur’an maka tidak ada
kewajiban bagi anda kecuali menyingsingkan
lengan untuk bersungguh-sungguh, banyak
membaca Al Qur’an dan mentadabburinya serta
menjaga kontinuitas amal itu, tidak putus atau
malas pada bulan Ramadhan atau pun bulan-bulan
lainnya -Wallahu Musta’an-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar