Jumat, 02 November 2012

Ada sebuah Kisah Persahabatan Sejati ƴğ sangat
terkenal.
Dua orαπğ sahabat baik tinggal dΐ sebuah
kampung. Sejak kecil mereka selalu melakukan
apapun juga bersama2. Mulai dari menjelajahi
hutan, mancing, main, belajar apa aja mereka
lakukan bersama2.
Menjelang remaja dimana banyak negara dilanda
peperangan ƴğ memaksa Šεмüå remaja
melibatkan diri dlm ketentaraan utk
mempertahankan tanah air. Tidak terkecuali dua
orαπğ sahabat ini.
Pada suatu pagi ƴğ hening tiba2 pihak musuh
menyerang markas dimana kedua sahabat ini
berada. Suasana menjadi hingar bingar.
Kedengaran bunyi tembakan musuh memecah
kesunyian pagi. Pihak musuh menembak
membabi buta. Maka tunggang langganglah para
tentara termasuk dua sahabat tadi.
Sesampainya dΐdalam Bunker markas rahasia,
sahabat tadi mendapati bahwa sahabat baiknya
tidak ada disitu. Maka dgn rasa sedih, dia bergegas
meminta izin kpd komandannya utk keluar kembali
ketempat peperangan utk mencari sahabatnya.
Komandannya menolak seraya berkata “Untuk apa
engkau kembali kesana, sahabatmu itu pasti telah
mati dan engkau mungkin akn ditembak musuh.
Sia sia saja“.
Karena terlalu sayang akan sahabatnya, maka dia
tidak mengindahkan arahan komandannya.
Selang sαtu jam kemudian, dia pulang dgn
menderita luka tembakan di bagian perut.
Komandannya melihat seraya berkata, “Kan sdh
saya katakan usahamu hanya sia sia saja".
Sahabat td menjawab, “tidak sia-sia pak
komandan, aku masih sempat mendengar kata
kata terakhirnya“.
Karena rasa ingin tau yang tinggi, maka
komandannya bertanya, “Sebenarnya apa yang dia
katakan kepadamu sehingga kαmυ sanggup
ǘnŧûĸ mempertaruhkan nyawamu baginya?“
Lalu dia menjawab, “Sahabat saya tadi berkata,
'Saya tau kαmυ akan dtg kembali mencari saya'
Itulah kata2 terakhirnya sambil tersenyum puas.“
Memang Tidak mudah utk mencari sahabat sejati
krn kita tidak akan pernah bisa menebak isi hati dan
pikiran orαπğ. Apalg sahabat sejati yang mau ada
bersama sama kita saat kita sedang menderita.
Oleh krn itu, jika saat ini kita memiliki seorg sahabat
sejati kita harus bisa saling manghargainya, jaga
dan peliharalah persahabatan itu sebaik2 nya, krn
sepertinya mungkin kita tidak akan pernah
menemukan lagi seorg sahabat sejati, yang bisa
seia-sekata dg kita.
Sahabat sejati takan mungkin mengorbankan
persabatannya semata2 krn cinta, uang atau harta
dunia lainnya.
Persahabatan sejati menuntut pengorbanan dari
kedua belah pihak, saling mempercayai, saling
mendukung, dan rela menderita bagi sahabatnya.
Kata Bijak : *Sahabat sejati akan selalu ada bagi
sahabatnya, sekalipun dia tidak bisa berbuat apa
apa.“

Tidak ada komentar:

Posting Komentar